Sejarah Singkat Program Transmigrasi Indonesia

Transmigrasi merupakan sebuah program pemerintah yang sejatinya telah hadir sejak zaman kolonial. Tujuan dimulai program transmigrasi adalah pemindahan dan penyebaran penduduk dengan maksud untuk dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan, serta menjadi pusat pengembangan wilayah baru. Hal ini dapat terwujud dengan memanfaatkan secara maksimal sumberdaya alam dan manusia dari daerah baru tersebut dan meningkatkan kesatuan dan persatuan bangsa dari program terpadu dan lintas sektoral.

Tahun 1905 menjadi tahun yang penting bagi Pemerintah Kolonial Hindia Belanda karena melahirkan satu program bersejarah yang mencoba menuntaskan masalah kepadatan penduduk yang menghantui Pulau Jawa. Sejak abad ke-19 M, Pulau Jawa sudah dikenal sebagai salah satu pulau terpadat di Nusantara. Untuk mengakhiri permasalahan tersebut, Pemerintah Kolonial berinisiatif untuk melakukan sebuah program sosial yang mana memindahkan sebagian penduduk dari Pulau Jawa menuju daerah yang kurang berpenghuni namun memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pusat daerah baru. Sehingga muncullah program yang dikenal sebagai program Transmigrasi.

Program transmigrasi pertama dilaksanakan di daerah Gedong Tataan, Keresidenan Lampung, pada bulan November 1905. Pemberangkatan pertama ini memberangkatkan 155 kepala keluarga yang berasal dari kabupaten Karanganyar, Kebumen, Purwerejo, dan Keresidenan Kedu. Mereka ditempatkan di desa inti pertama yang dibangun di Gedong Tataan. Kelompok kolonis pertama ini dipimpin oleh asisten Residen Sukabumi H.G. Heyting yang ditunjuk oleh Pemerintah Hindia Belanda sebagai pelaksana program percobaan yang penuh dengan tantangan. Asisten Residen Sukabumi H.G. Heyting dibantu oleh Asisten Wedana Ronodimedjo dan dua orang mantri ukur. Mereka membuka lembaran pertama sejarah kolonisasi yang resmi diselenggarakan oleh pemerintah. Desa pertama diberi nama Bagelen, sesuai dengan nama desa asal mereka di Pulau Jawa.

 

Tag: #sejarah #transmigrasi